Inisiatif berbagi praktik baik ini dimulai dari lingkungan sekolah tempat saya mengabdi. Hal ini dikarenakan segala sesuatu akan semakin berdampak jika dimulai dari lingkungan atau komunitas terdekat. Oleh karena itu, kegiatan berbagi pertama yang saya lakukan adalah di sekolah tempat saya mengajar, yakni SD Inpres Ohe.
Kegiatan berbagi ini dilakukan pada Sabtu, 14 Oktober 2023. Kegiatan dimulai dengan pengantar atau sambutan dari kepala sekolah. Kepala sekolah menyampaikan arahan tentang pentingnya memanfaatkan TIK dalam pembelajaran sebagai bentuk usaha menyesuaikan pembelajaran dengan perkembangan zaman.
Selanjutnya, saya berbagi terkait inovasi pembelajaran berbasis TIK menggunakan model pembelajaran SOLE (Self Organized Learning Environment) dengan mengangkat kearifan lokal yang saya lakukan. Dimulai dari bagaimana merancang pembelajaran berbasis digital, pemilihan model pembelajaran, hingga aplikasi atau platform pendidikan yang saya gunakan dalam pembelajaran. Kegiatan ini saya lakukan secara interaktif, sehingga kegiatan berbagi lebih bersifat terbuka dan komunikatif.
Dokumentasi Kegiatan Berbagi di SD Inpres Ohe
Pada sesi diskusi, para guru menceritakan mengenai pemanfaatan TIK yang mereka lakukan serta kendala yang dihadapi. Selain itu, para guru juga memberikan pertanyaan serta meminta penjelasan lebih lanjut terkait platform pendidikan yang saya gunakan. Oleh karena itu, selanjutnya kami bersama-sama berlatih menggunakan salah satu aplikasi yang saya manfaatkan yakni microsite dengan menggunakan s.id.
Kegiatan berbagi yang dilakukan ini diikuti oleh 10 guru dan tenaga kependidikan SD Inpres Ohe dengan penuh semangat. Karena saya juga merupakan bagian dari sekolah, maka kepala sekolah dan para guru optimis akan terus belajar dan mengembangkan diri dengan memanfaatkan berbagai perangkat TIK yang dapat mendukung terciptanya pembelajaran yang berkualitas. Saya meyakini bahwa berbagi inovasi praktik baik di sekolah tempat kita mengabdi adalah langkah yang tepat dan sangat berharga dalam mengembangkan pendidikan.
Dalam rangka menyukseskan kegiatan berbagi di sekolah lain yang ada di Kabupaten Lembata, maka saya bersama Sahabat Teknologi dari Kabupaten Lembata yakni Bapak Yohanes Kia Wuwur dan Ibu Nawangwulan Cahyaristi melakukan koordinasi bersama pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata.
Pada Selasa, 17 Oktober 2023, kami bertiga berkunjung ke Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata dan bertemu Bapak Suhartin Bungalaleng, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) untuk berkoordinasi terkait rencana kegiatan berbagi yang akan kami lakukan.
Koordinasi Sahabat Teknologi Bersama Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Kab. Lembata
Terlebih dahulu kami memberikan gambaran umum terkait kegiatan PembaTIK yang kami ikuti serta dampaknya bagi guru dan murid, dilanjutkan dengan rencana kegiatan yang akan dilakukan. Rupanya apa yang kami sampaikan sejalan dengan rencana dan pandangan Bapak Kepala Bidang GTK. Beliau juga menyoroti tentang pentingnya pemanfaatan TIK dalam pembelajaran. Sehingga rencana kegiatan kami ini disambut dengan baik dan mendapat dukungan penuh dari Bapak Kepala Bidang.
Selanjutnya kami berdiskusi untuk menentukan sekolah sasaran program kegiatan kami ini. Sehingga kami bersepakat untuk memilih dua sekolah yang terdiri dari jenjang Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Sekolah yang menjadi sasaran ini, yakni SD Inpres 1 Lewoleba dan SMPN Tujuh Maret Hadakewa.
Koordinasi bersama Dinas Pendidikan melalui Kepala Bidang GTK ini memudahkan kami dalam menjalankan kegiatan berbagi inovasi pembelajaran berbasis TIK. Sinergi dan dukungan dari Dinas Pendidikan semakin menguatkan kami untuk terus berinovasi dan berbagi praktik baik demi mewujudkan merdeka belajar.
Sebagai seorang guru, penting bagi kita untuk berkoordinasi bersama kepala sekolah. Koordinasi ini dilakukan demi menciptakan lingkungan kerja yang positif di sekolah. Oleh karena itu, saya perlu melakukan koordinasi dengan kepala SD Inpres Ohe demi mendapatkan dukungan dalam kegiatan PembaTIK Level 4 (Berbagi dan Berkolaborasi).
Pada Rabu, 11 Oktober 2023, saya bertemu dengan Kepala SD Inpres Ohe, yakni Bapak Gregorius Tede untuk menyampaikan terkait kegiatan PembaTIK Level 4 yang saya ikuti. Terlebih dahulu saya menyampaikan gambaran umum tentang kegiatan PembaTIK yang telah saya lewati. Saya juga menyampaikan tentang tujuan dan manfaat dari mengikuti kegiatan PembaTIK. Selain itu, saya memberikan contoh tentang implementasi dan karya yang dihasilkan melalui kegiatan PembaTIK serta dampaknya bagi peningkatan kualitas pembelajaran di kelas.
Dokumentasi Kegiatan Koordinasi Bersama Kepala Sekolah
Lebih lanjut dalam koordinasi bersama kepala sekolah ini, saya menyampaikan tentang rencana kegiatan saya pada PembaTIK Level 4, serta memohon dukungan dalam pemenuhan rencana kegiatan tersebut. Dari penyampaian saya, kepala sekolah memberikan kesempatan kepada saya untuk menjalankan rencana kegiatan yang telah saya buat. Selain itu, dukungan juga diberikan kepada saya agar sukses dalam penyelesaian kegiatan PembaTIK Level 4.
Selanjutnya, saya berdiskusi dengan kepala sekolah tentang rencana kegiatan berbagi yang akan dilakukan di sekolah saya, serta rencana mengaplikasikan konten berbagi yang saya buat agar semakin berdampak bagi guru dan murid.
Melalui kegiatan koordinasi yang saya lakukan bersama Kepala Sekolah, maka saya berhasil mendapatkan dukungan dan izin dalam menjalankan rencana kerja PembaTIK Level 4 yang ada. Oleh karena itu, koordinasi merupakan suatu hal penting yang wajib dilakukan oleh guru, sehingga dapat terbuka ruang untuk semakin kolaboratif demi meningkatkan kualitas pendidikan.
Kolaborasi adalah kunci untuk memberikan dampak yang lebih besar dalam dunia pendidikan. Ketika kita berbagi ide, pengalaman, dan praktik baik, kita dapat menggabungkan kekuatan kita untuk menciptakan pendekatan yang lebih inovatif dalam pembelajaran. Kolaborasi juga memungkinkan kita untuk belajar satu sama lain dan terus memperbaiki diri. Ketika para pendidik berkolaborasi untuk berbagi praktik baik dalam pembelajaran, itulah saat inovasi benar-benar berkembang.
Kolaborasi Bersama Sahabat Teknologi Kabupaten Lembata
Dalam rangka menyukseskan kegiatan PembaTIK (Pembelajaran Berbasis TIK) Level 4, maka saya bersama Bapak Yohanes Kia Wuwur dan Ibu Nawangwulan Cahyaristi yang merupakan Sahabat Teknologi dari Kabupaten Lembata bersepakat untuk berkolaborasi bersama. Dalam upaya berkolaborasi, kami membentuk grup WhatsApp untuk memudahkan kami dalam berkomunikasi. Selanjutnya, kami mulai menyusun rencana dalam menjalankan kegiatan berbagi praktik inovasi pembelajaran. Penyusunan rencana ini kami laksanakan melalui pertemuan di Google Meet pada Senin, 9 Oktober 2023. Kami menyusun rencana berupa kegiatan, sasaran, waktu dan tempat, pihak yang terlibat, serta tugas dan peran kami dalam setiap kegiatan.
Gambar Tangkapan Layar Virtual Meet Sahabat PembaTIK Kabupaten Lembata
Kolaborasi kami tidak berhenti pada perencanaan saja, kami melanjutkan kolaborasi dengan bersama mempersiapkan berbagai kebutuhan dalam kegiatan praktik baik seperti flyer, daftar hadir, dan kelengkapan peralatan lain yang dibutuhkan. Flyer kegiatan kami buat secara kolaboratif melalui Canva for Education, begitu pula daftar hadir yang menggunakan Google Form.
Selanjutnya, kami menemui kepala sekolah kami masing-masing terkait rencana yang kami buat. Tidak hanya itu, kami juga bersama menemui pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata untuk menyampaikan rencana berbagi praktik inovasi pembelajaran. Setelah mendapat respon positif dari kepala sekolah masing-masing maupun dinas pendidikan, maka kami mulai berbagi baik secara luring maupun daring.
Kolaborasi Bersama Sahabat Teknologi Lintas Provinsi
Komunitas Garuda Batik 22 (Gerakan Guru Muda Berbagi TIK) merupakan komunitas yang beranggotakan Sahabat Teknologi dari berbagai provinsi. Kami yang tergabung di dalam komunitas ini merupakan alumni peserta PembaTIK Level 4 tahun 2022, yang masih terus berkomunikasi dan saling berbagi praktik baik dan informasi seputar pendidikan. Melalui komunitas ini, kami menyusun strategi berbagi secara daring.
Pada tanggal 8 Oktober 2023, kami melakukan virtual meeting melalui Google Meet untuk menjadwalkan rencana kegiatan berbagi. Kami bersepakat untuk melaksanakan webinar series (3 kali webinar) dari tanggal 14-16 Oktober 2023. Kami juga membagi tugas dan peran kami selama webinar tersebut. Tidak hanya perencanaan tapi dalam pelaksanaan kegiatan berbagi, kami saling mendukung bersama.
Gambar Tangkapan Layar Virtual Meeting Sahabat Teknologi Lintas Provinsi
Dalam setiap sesi berbagi, baik itu bersama Sahabat Teknologi Kabupaten Lembata maupun Sahabat Teknologi Lintas Provinsi (Komunitas Garuda Batik 22), kami selalu berkolaborasi sesuai dengan tugas dan peran yang telah kami sepakati. Kami saling melengkapi dan mengisi untuk setiap proses berbagi. Setelah selesai sesi berbagi, maka kami lakukan evaluasi agar dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas kegiatan berbagi.
Kolaborasi dalam setiap proses kegiatan berbagi praktik inovasi pembelajaran adalah langkah yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan menggabungkan ide dan kompetensi, kami telah berhasil menciptakan pendekatan yang lebih inovatif dan beragam dalam pembelajaran. Kami percaya bahwa dengan kolaborasi, kita dapat menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih kaya dan bermakna, dan ini adalah langkah penting dalam memajukan pendidikan.
Praktik baik inovasi pembelajaran perlu dilakukan oleh
seorang guru. Praktik baik itu akan memberikan dampak positif terutama kepada
siswa. Selain itu, praktik baik itu juga dapat bermanfaat bagi guru lain jika
praktik baik itu kita bagikan. Oleh karena itu, melalui kegiatan Pembelajaran
Berbasis TIK (PEMBATIK) 2022 ini saya akan berkolaborasi dan berbagi tentang
praktik baik yang sudah saya lakukan.
Kegiatan berbagi saya lakukan
secara mandiri dan juga dengan berkolaborasi bersama Sahabat Rumah Belajar baik
dari Provinsi Nusa Tenggara Timur maupun dengan Sahabat Rumah Belajar dari
provinsi lain.
1. Kegiatan BERAKSI di SD Inpres
Ohe
Kegiatan berbagi akan semakin
berdampak jika mulai dari orang atau komunitas yang terdekat dengan kita. Oleh
karena itu, kegiatan berbagi yang pertama kali saya lakukan adalah di tempat saya
mengajar, yakni SD Inpres Ohe. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24
Oktober 2022.Pada kesempatan ini, saya
berbagi dengan rekan guru di sekolah tentang inovasi pembelajaran yang saya
lakukan. Selanjutnya melalui diskusi dan sharing, para guru menyampaikan tentang pengalaman mengajar mereka dan mengaitkan dengan TIK. Selain itu, inovasi praktik baik yang saya lakukan menjadi referensi bagi mereka dalam mengembangkan suatu pembelajaran berbasis digital.
2. Kegiatan BERAKSI di SMP Negeri 1 Ile Ape Timur
Kegiatan berbagi ini saya lakukan
secara luring di SMP Negeri 1 Ile Ape Timur pada tanggal 25 Oktober 2022. Kegiatan
ini saya lakukan dengan berkolaborasi bersama dua Sahabat Rumah Belajar NTT
dari Kabupaten Lembata.
Sebelum melakukan kegiatan
berbagi ini, kami terlebih dahulu berkolaborasi bersama melalui Canva untuk
mendesain flyer kegiatan pengimbasan.
Kegiatan berbagi ini diawali
dengan sambutan Kepala Sekolah, Bapak Kristoforus Lera yang menyambut baik
kegiatan berbagi praktik baik ini. Selanjutnya masing-masing dari kami bertiga
mulai menceritakan mengenai pengalaman kami melakukan inovasi pembelajaran
berbasis TIK dengan memanfaatkan Portal Rumah Belajar dan Platform Merdeka
Mengajar.
Kegiatan ini mendapat respon yang
baik dari para guru di SMPN 1 Ile Ape Timur. Para guru sangat antusias dengan
kedatangan kami dalam berbagi praktik baik ini. Kepala sekolah dan guru
berharap agar kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini saja, tetapi terus
dilanjutkan agar para guru dapat terus saling berbagi pengalaman dalam
berinovasi sehingg dapat memberikan suatu proses pembelajaran yang bermakna
bagi siswa.
3. Kegitan BERAKSI Secara Daring
Lintas Provinsi
Kegiatan secara daring ini
dilakukan pada tanggal 29 Oktober 2022. Kegiatan berbagi secara daring saya lakukan
dengan berkolaborasi dengan Sahabat Rumah Belajar dari Provinsi Kalimantan
Barat dan Sulawesi Utara serta SRB dari kabupaten Lembata provinsi Nusa
Tenggara Timur.
Selain itu, kami juga mengundang
Bapak Saleh Sarifudin (Pusdatin Kemdikbudristek), Bapak Hyronimus Lado (Duta
Rumah Belajar Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2021) dan Bapak Gabriel Serani
(Dosen STKIP Persada Katulistiwa Sintang – Kalimantan Barat) sebagai guest speaker dalam kegiatan berbagi
praktik baik yang dilakukan.
Adapun pelaksanaan kegiatan yang telah saya lakukan dapat dilihat melalui vlog berikut ini.
Demikian merupakan kegiatan
berbagi praktik baik yang telah saya lakukan. Semoga melalui kegiatan berbagi
yang kami lakukan, dapat menjadi referensi bagi para guru untuk mengembangkan
inovasi dalam proses pembelajaran.
"Percayalah apa yang kamu bagikan membuat perbedaan" (John
C. Maxwell)
Perkembangan
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini telah menyebabkan banyak
perubahan di berbagai bidang. Perubahan karena perkembangan TIK ini juga dialami
di dalam dunia pendidikan. Arus pergerakan informasi yang cepat melalui TIK sangat
berpengaruh pada proses pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, kita sebagai guru harus mampu memanfaatkan perkembangan digital yang ada dengan melakukan inovasi
pembelajaran berbasis digital.
Inovasi
pembelajaran dengan memanfaatkan media digital merupakan suatu proses belajar
siswa yang dirancang dan dikembangkan dengan berbagai cara yang kreatif serta dengan
berbagai pendekatan agar dapat menciptakan proses pembelajaran yang kondusif
terhadap siswa dengan menggunakan perantara internet atau media digital.
Untuk
dapat melakukan inovasi pembelajaran, terdapat 4 langkah yang harus dilakukan
antara lain adalah sebagai berikut.
1.
Identifikasi kondisi sosial siswa
2.
Lakukan dialog dengan siswa untuk merancang pembelajaran
3.
Akivitas siswa lebih ditonjolkan dalam pembelajaran
4.
Gunakan lingkungan sebagai media pembelajaran
Penerapan
inovasi dalam proses pembelajaran penting untuk dilakukan agar membuat
pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menyenangkan bagi siswa. Dengan
melalukan inovasi pembelajaran maka dapat meningkatkan kualitas dan pencapaian
tujuan pembelajaran.
INOVASI PEMBELAJARAN MEMANFAATKAN PORTAL RUMAH BELAJAR + PLATFORM MERDEKA MENGAJAR + LIVE WORKSHEET + QUIZIZZ DENGAN MENGANGKAT KEARIFAN LOKAL
Saat
ini saya merupakan guru kelas V di SD Inpres Ohe, Kecamatan
Ile Ape, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sebagai guru di sekolah dasar, pembelajaran
berbasis tekonologi/digital harus sudah mulai dilakukan. Berikut adalah salah
satu inovasi pembelajaran yang saya lakukan dengan memanfaatkan TIK dan
mengintegrasikan kearifan lokal di dalamnya.
Sebelum
melaksanakan pembelajaran, tentunya seorang guru harus mendesain proses
pembelajaran dengan perangkat ajar yang jelas. Oleh karena itu, saya
memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar dengan fitur video inspirasi dan bukti
karya untuk menemukan referensi inovasi pembelajaran. Selain itu, untuk
membantu saya dalam membuat perangkat ajar, saya memanfaatkan fitur perangkat
ajar. Berdasarkan referensi yang ada tersebut, saya kemudian mendesain atau
menyesuaikannya dengan karakteristik siswa maupun sekolah saya.
Salah
satu materi yang saya ajarkan di kelas V adalah tentang sistem pencernaan
manusia pada mata pelajaran IPA tema Makanan Sehat. Dalam pembelajaran ini,
saya menggunakan model pembelajaran Self
Organized Learning Environment (SOLE).
Untuk dapat mengembangkan pembelajaran, saya juga memanfaatkan Portal Rumah Belajar, khususnya pada fitur sumber belajar dan buku sekolah elektronik. Pada fitur sumber belajar, saya menggunakan video pembelajaran yang sesuai dengan materi yang saya ajarkan. Selain itu, saya juga menggunakan fitur buku sekolah elektronik sebagai referensi bagi siswa.
Proses
pembelajaran saya lakukan dengan memanfaatkan Live Worksheetyang diakses melalui chromebook. Di dalam Live Worksheettersebut sudah saya tautkan link video yang saya ambil dari fitur Sumber Belajar
pada Portal Rumah Belajar. Selain itu, saya juga menautkan link refrensi materi
yang saya ambil dari fitur Buku Sekolah Elektronik pada Portal Rumah Belajar. Ada
pun setelah siswa mengamati video dan referensi materi yang telah saya tautkan,
siswa mengerjakan Lembar Kerja Siswa yang sudah saya masukkan ke dalam Live Worksheet.
Dalam
pembelajaran ini juga saya berusaha mengangkat salah satu kearifan lokal yang
ada yakni tentang makanan lokal. Makanan lokal ini saya
kaitkan dengan materi sistem pencernaan terkait makanan yang bergizi sebagai
salah satu cara menjaga kesehatan tubuh/sistem pencernaan manusia. Siswa
melalui diskusi dengan menggunakan Live Worksheet
diminta untuk menggali informasi tentang kandungan/gizi pada makanan lokal
yang ada.
Setelah
berdiskusi, siswa kemudian mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas untuk
mendapat tanggapan atau masukkan dari teman-temannya maupun dari guru. Selanjutnya dilakukan
penguatan pada materi pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Untuk mengecek pemahaman siswa tentang materi yang diajarkan maka siswa selanjutnya
mengerjakan soal evaluasi. Agar evaluasi berjalan dengan menarik, maka saya
menggunakan Quizizz dalam proses evaluasi pembelajaran.
Melalui
pembelajaran yang saya lakukan dengan memanfaatkan model pembelajaran SOLE maka
siswa tertantang untuk menginvestigasi atau menggali informasi tentang materi
pembelajan dari berbagai sumber belajar. Selain itu, siswa terlihat lebih
senang dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran dikarenakan saya
menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran. Siswa dapat menonton video
pembelajaran yang menarik dan juga dapat mencari informasi tentang materi
melalui referensi buku sekolah elektronik yang ada. Ada pun LKS yang diberikan lewat Live Worksheetdalam bentuk digital
membuat siswa semakin bersemangat untuk
mengerjakan tugas yang diberikan dalam LKS. Selain itu, dengan mengangkat
kearifan lokal berupa makanan lokal membuat siswa merasa bahwa materi yang
diajarkan dekat dengan kehidupan mereka dan membuat mereka dapat semakin
menggali kearifan lokal yang ada di tempat tinggal mereka. Keberhasilan
pembelajaran yang dilaksanakan ini juga dapat terlihat melalui hasil evaluasi
yang menunjukkan nilai siswa yang memenuhi target pembelajaran.
Inovasi
pembelajaran yang saya lakukan dapat dilihat melalui video berikut ini.
Demikianlah
contoh inovasi pembelajaran kolaboratif berbasis TIK dengan mengangkat kearifan
lokal yang saya lakukan. Semoga dapat menjadi referensi bagi sahabat sekalian
dalam mendesain pembelajaran yang inovatif bagi siswa.
Sebagai
upaya berkolaborasi dan bertransformasi menumbuhkan ekosistem digital menuju
merdeka mengajar maka saya berkolaborasi dengan Sahabat Rumah Belajar lainnya
untuk berkolaborasi dan berbagi praktik baik yang saya lakukan kepada
rekan-rekan guru lain agar dapat menjadi referensi bagi guru lain dalam
melakukan inovasi daam pembelajaran.
Kegiatan
berbagi dan berkolaborasi dapat diakses melalui link berikut ini.